Archive for March, 2010

04
Mar
10

Sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW
DI ISTANA NEGARA, 25 FEBRUARI 2010

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Hadirin dan Hadirat yang saya muliakan,
Saudara-saudara Kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh tanah air yang saya cintai dan saya banggakan.

Marilah kita bersama-sama, sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridho-Nya, kepada kita masih diberikan kesempatan, kekuatan, dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir zaman.

Kita juga bersyukur pada malam ini dapat kembali menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan seperti ini, setiap tahun kita selenggarakan di Istana Negara dan di tempat-tempat lain di seluruh tanah air. Semua itu kita lakukan sebagai ungkapan penghormatan dan kecintaan kita yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW, pembawa risalah kebenaran bagi umat manusia.

Hadirin dan hadirat yang saya muliakan,
Setelah kita bersama-sama menyimak dengan seksama uraian Hikmah Maulid Nabi yang disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. KH. Muhammad Tholhah Hasan, kita diingatkan kembali mengenai perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan syiar Islam, dan membangun peradaban masyarakat yang beliau pimpin. Kita diajak untuk merenungkan, mengapresiasi, dan meneladani perjuangan beliau dalam membangun tatanan kehidupan baru di Mekkah dan Madinah.

Hikmah dan pelajaran perjuangan Nabi Muhammad SAW, bagaikan mata air yang tidak pernah kering. Semakin kita dalami perikehidupan Rasulullah, semakin terasa agungnya nilai-nilai luhur ajaran Islam. Nilai-nilai luhur itulah yang mampu membimbing kita untuk menapaki kehidupan di dunia, yang penuh dengan tantangan dan cobaan.

Nabi Muhammad SAW menanamkan nilai-nilai kebenaran dan kesucian Al-Qur’an. Beliau tegakkan nilai-nilai universal Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Walaupun beliau menjalani kehidupannya 15 abad yang lampau, tidaklah menyebabkan kita merasa jauh dari perikehidupan Beliau. Justru setiap kita memperingati Maulid Nabi, perikehidupan Beliau seolah hadir kembali di tengah-tengah kita.

Saudara-saudara,
Esensi dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sesungguhnya adalah untuk meneladani setiap pikiran, ucapan dan tindakan Rasulullah. Kita patut meneladani buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana. Itulah perilaku yang diwarnai oleh akhlak mulia –akhlaqul karimah. Akhlak mulia yang mampu menebarkan rahmatan lil-alamin; rahmat bagi semesta alam.

Rasulullah, juga memberikan teladan kepada kita untuk membangun tatanan kehidupan bernegara yang adil dan sejahtera. Sejarah mencatat, tatanan kehidupan bernegara yang dibangun oleh Nabi Muhammad sangat menjunjung tinggi keadilan sosial, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap hak dan nilai-nilai kemanusiaan, penegakkan supremasi hukum, dan kebersamaan antar umat untuk menjaga harmoni sosial. Tatanan kehidupan kenegaraan itulah yang menjadi inspirasi bagi kita, untuk membangun kehidupan yang lebih beradab pada saat ini dan masa depan.

Hadirin dan hadirat yang saya muliakan,
Sebagaimana kita ketahui bersama, Islam amat mengedepankan nilai-nilai keadilan. Keadilan yang sering dicontohkan oleh Rasulullah adalah keadilan yang dapat dirasakan oleh kaum lemah dan marjinal. Sebagaimana sabda Rasulullah; ”Orang yang mengurus janda dan orang miskin, laksana orang yang berjuang di jalan Allah”. Oleh karena itu, pembangunan yang kita lakukan harus memberikan rasa keadilan bagi kaum lemah. Kita harus memberikan perhatian yang besar kepada anak-anak yatim, orang tua yang tak berdaya, para penyandang cacat, serta kaum dhuafa yang lemah dan miskin.

Salah satu upaya yang kita lakukan adalah dengan melanjutkan program-program pro-rakyat, seperti Bantuan Sosial, Program Keluarga Harapan, Jaminan Kesehatan Masyarakat, Bantuan Operasional Sekolah, Bantuan Beras Bersubsidi, Pemberdayaan Masyarakat Mandiri, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Baru-baru ini kita gulirkan Gerakan Indonesia Menabung, melalui peluncuran TabunganKu. Sebuah model tabungan yang tidak dikenai biaya administrasi dan boleh menabung di bank dengan setoran yang kecil sehingga dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Ini merupakan wujud perhatian kita semua, untuk membantu dan memberdayakan kaum lemah. Inilah wujud nyata dari kesalehan sosial, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Keadilan juga harus kita terapkan dalam penegakan hukum. Hukum ditegakan dalam proporsi yang sepatutnya, dengan mengedepankan azas keadilan dan hati nurani. Akan dirasa tidak adil, jika kita membiarkan orang tua renta menjalani hukuman di penjara. Kita juga tidak dapat membiarkan anak-anak yang seharusnya masih membutuhkan kasih sayang dan asuhan orangtua justru berada di dalam penjara. Dalam batas kewenangan yang diberikan oleh UUD, saya telah mengambil kebijakan untuk membebaskan atau memberikan keringanan hukuman, bagi anak-anak yang berada di dalam tahanan sebagai bentuk penegakkan keadilan yang sejati.

Saudara-saudara,
Dalam bidang demokrasi dan kehidupan politik, kita harus mencontoh Rasulullah SAW yang menerapkannya dengan arif dan bijaksana, serta menjunjung tinggi kehidupan yang rukun dan harmonis di antara umat. Perilaku Rasulullah yang santun dan penuh etika, haruslah menginspirasi kita dalam mewujudkan demokrasi di tanah air. Demokrasi yang kita bangun harus menjauhkan diri dari tirani kekuasaan dan golongan kuat, serta bentuk-bentuk pemaksaan kehendak yang justru merusak rasa keadilan.

Prinsip-prinsip dasar musyawarah untuk mufakat demi kebaikan rakyat dan negara masih memiliki tempat di alam reformasi dewasa ini. Adalah menjadi tekad kita untuk membangun kehidupan di negeri tercinta ini di mana Islam, demokrasi, dan modernitas dapat hidup seiring dan sejalan dengan damai. Demokrasi yang kita bangun adalah, demokrasi yang disertai amanah. Demokrasi juga harus kita tunjukkan dengan penuh etika dan kesantunan, serta tetap menjunjung tinggi akhlaqul karimah. Bukan demokrasi yang sarat dengan permusuhan, serta saling menjatuhkan.

Alangkah indahnya, jika kita dapat membangun tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan demokrasi yang santun, beretika, dan berakhlak, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Hadirin dan hadirat yang saya muliakan,

Dalam lingkup global, kita terus mengambil prakarsa untuk mengintensifkan dialog antar peradaban. Kita ingin menciptakan suasana saling pengertian, bukan saling menyalahkan dan saling memojokan. Kita menyadari bahwa peradaban Islam akan mampu hidup berdampingan dengan peradaban-peradaban lain secara damai. Kita harus mampu membangun harmoni antar peradaban harmony among civilization, dan bukan benturan antar peradaban clash of civilization.

Kita harus mampu memberikan solusi bagi kehidupan dunia. Kita harus mampu menjalankan ajaran Islam yang agung dengan mengaplikasikan nilai-nilai kasih sayang, perdamaian, harmoni, dan pendekatan yang baik, civilized approach. Kita juga mesti mampu berkontribusi dalam upaya mengatasi berbagai krisis dunia, seperti perubahan iklim.

Saudara-saudara.
Islam juga mengamanatkan umatnya untuk membangun kehidupan yang selaras dengan lingkungan. Kita ketahui bersama, akibat kerusakan lingkungan global yang serius, planet bumi kita saat ini menghadapi tantangan perubahan iklim dan pemanasan global. Bumi semakin panas, permukaan laut semakin tinggi. Banjir dan longsor sering terjadi. Jika kita biarkan kerusakan lingkungan itu terus berlangsung, masa depan anak cucu kita dan umat manusia akan terancam.

Kemarin, saya berkunjung ke Bali untuk membuka Sesi Khusus ke-11 Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Program Lingkungan. Pertemuan yang dihadiri sekitar 130 negara itu dimaksudkan untuk memperbaharui komitmen bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan bumi yang kita tempati bersama. Slogan pertemuan itu berbunyi: ”Satu Planet: Tanggung Jawab Kita Bersama”. Inilah kewajiban kita untuk menjaga, memelihara dan melestarikan planet bumi tempat kita dan anak cucu kita menjalani kehidupan, saat ini dan masa depan.

Kita bersepakat untuk meningkatkan kerja sama dan kemitraan global yang lebih tulus; “more genuine global cooperation and partnership” untuk menyelamatkan lingkungan. Kita harus menjaga, agar pembangunan yang kita lakukan, dapat memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan kehidupan generasi mendatang.

Salah satu langkah yang paling mudah dan tepat untuk menjaga kelestarian lingkungan kita, adalah dengan terus menggalakkan penanaman pohon di seluruh tanah air. Karena itulah, pada kesempatan yang mulia ini, sekali lagi saya mengajak segenap warga bangsa untuk menggalakkan penanaman pohon. Sebagaimana sabda Nabi; ”jika kita masih memiliki satu biji tanaman, meskipun esok hari dunia akan kiamat, maka tanamlah biji tanaman itu”. Marilah kita sukseskan gerakan nasional menanam dan memelihara pohon, bukan hanya jutaan tetapi miliaran pohon agar anak cucu dan masa depan kita selamat.
Kaum muslimin dan muslimat yang saya muliakan.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air untuk senantiasa memperteguh keyakinan dan semangat kita untuk melanjutkan pembangunan bangsa dan negara. Mari kita bangun negeri kita di atas fondasi keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Mari kita bangun negeri kita, dengan kebersihan jiwa dan kesucian nurani sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah. Dengan meyakini dan melaksanakan ajaran itu, insya Allah bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, sejahtera dan berperadaban mulia di masa depan.

Melalui momentum peringatan Maulid Nabi tahun ini, mari kita terus meneladani Rasullullah SAW dalam mewujudkan keadilan, membangun tatanan kehidupan yang beradab, dan meningkatkan kesejahteraan. Mari kita wujudkan tatanan masyarakat yang makin sejahtera, makin demokratis dan makin berkeadilan. Mari kita tingkatkan terus persaudaraan sebagai sebuah bangsa, ukhuwah wathaniyah, meningkatkan persaudaraan sesama umat manusia, ukhuwah basyariyah, dan meningkatkan persaudaraan di antara sesama umat Islam, ukhuwah Islamiyah.

Demikianlah pesan, harapan dan ajakan saya pada kesempatan yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan berkat dan rahmat-Nya kepada bangsa dan negara yang kita cintai. Semoga pula, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, kehidupan berbangsa dan bernegara kita dapat lebih aman, damai dan sejahtera.

Amin ya robbal ’alamin.
Sekian dan terimakasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.