04
Mar
10

Sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW
DI ISTANA NEGARA, 25 FEBRUARI 2010

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Hadirin dan Hadirat yang saya muliakan,
Saudara-saudara Kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh tanah air yang saya cintai dan saya banggakan.

Marilah kita bersama-sama, sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridho-Nya, kepada kita masih diberikan kesempatan, kekuatan, dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta.

Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir zaman.

Kita juga bersyukur pada malam ini dapat kembali menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan seperti ini, setiap tahun kita selenggarakan di Istana Negara dan di tempat-tempat lain di seluruh tanah air. Semua itu kita lakukan sebagai ungkapan penghormatan dan kecintaan kita yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW, pembawa risalah kebenaran bagi umat manusia.

Hadirin dan hadirat yang saya muliakan,
Setelah kita bersama-sama menyimak dengan seksama uraian Hikmah Maulid Nabi yang disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. KH. Muhammad Tholhah Hasan, kita diingatkan kembali mengenai perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan syiar Islam, dan membangun peradaban masyarakat yang beliau pimpin. Kita diajak untuk merenungkan, mengapresiasi, dan meneladani perjuangan beliau dalam membangun tatanan kehidupan baru di Mekkah dan Madinah.

Hikmah dan pelajaran perjuangan Nabi Muhammad SAW, bagaikan mata air yang tidak pernah kering. Semakin kita dalami perikehidupan Rasulullah, semakin terasa agungnya nilai-nilai luhur ajaran Islam. Nilai-nilai luhur itulah yang mampu membimbing kita untuk menapaki kehidupan di dunia, yang penuh dengan tantangan dan cobaan.

Nabi Muhammad SAW menanamkan nilai-nilai kebenaran dan kesucian Al-Qur’an. Beliau tegakkan nilai-nilai universal Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Walaupun beliau menjalani kehidupannya 15 abad yang lampau, tidaklah menyebabkan kita merasa jauh dari perikehidupan Beliau. Justru setiap kita memperingati Maulid Nabi, perikehidupan Beliau seolah hadir kembali di tengah-tengah kita.

Saudara-saudara,
Esensi dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sesungguhnya adalah untuk meneladani setiap pikiran, ucapan dan tindakan Rasulullah. Kita patut meneladani buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana. Itulah perilaku yang diwarnai oleh akhlak mulia –akhlaqul karimah. Akhlak mulia yang mampu menebarkan rahmatan lil-alamin; rahmat bagi semesta alam.

Rasulullah, juga memberikan teladan kepada kita untuk membangun tatanan kehidupan bernegara yang adil dan sejahtera. Sejarah mencatat, tatanan kehidupan bernegara yang dibangun oleh Nabi Muhammad sangat menjunjung tinggi keadilan sosial, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap hak dan nilai-nilai kemanusiaan, penegakkan supremasi hukum, dan kebersamaan antar umat untuk menjaga harmoni sosial. Tatanan kehidupan kenegaraan itulah yang menjadi inspirasi bagi kita, untuk membangun kehidupan yang lebih beradab pada saat ini dan masa depan.

Hadirin dan hadirat yang saya muliakan,
Sebagaimana kita ketahui bersama, Islam amat mengedepankan nilai-nilai keadilan. Keadilan yang sering dicontohkan oleh Rasulullah adalah keadilan yang dapat dirasakan oleh kaum lemah dan marjinal. Sebagaimana sabda Rasulullah; ”Orang yang mengurus janda dan orang miskin, laksana orang yang berjuang di jalan Allah”. Oleh karena itu, pembangunan yang kita lakukan harus memberikan rasa keadilan bagi kaum lemah. Kita harus memberikan perhatian yang besar kepada anak-anak yatim, orang tua yang tak berdaya, para penyandang cacat, serta kaum dhuafa yang lemah dan miskin.

Salah satu upaya yang kita lakukan adalah dengan melanjutkan program-program pro-rakyat, seperti Bantuan Sosial, Program Keluarga Harapan, Jaminan Kesehatan Masyarakat, Bantuan Operasional Sekolah, Bantuan Beras Bersubsidi, Pemberdayaan Masyarakat Mandiri, serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Baru-baru ini kita gulirkan Gerakan Indonesia Menabung, melalui peluncuran TabunganKu. Sebuah model tabungan yang tidak dikenai biaya administrasi dan boleh menabung di bank dengan setoran yang kecil sehingga dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Ini merupakan wujud perhatian kita semua, untuk membantu dan memberdayakan kaum lemah. Inilah wujud nyata dari kesalehan sosial, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Keadilan juga harus kita terapkan dalam penegakan hukum. Hukum ditegakan dalam proporsi yang sepatutnya, dengan mengedepankan azas keadilan dan hati nurani. Akan dirasa tidak adil, jika kita membiarkan orang tua renta menjalani hukuman di penjara. Kita juga tidak dapat membiarkan anak-anak yang seharusnya masih membutuhkan kasih sayang dan asuhan orangtua justru berada di dalam penjara. Dalam batas kewenangan yang diberikan oleh UUD, saya telah mengambil kebijakan untuk membebaskan atau memberikan keringanan hukuman, bagi anak-anak yang berada di dalam tahanan sebagai bentuk penegakkan keadilan yang sejati.

Saudara-saudara,
Dalam bidang demokrasi dan kehidupan politik, kita harus mencontoh Rasulullah SAW yang menerapkannya dengan arif dan bijaksana, serta menjunjung tinggi kehidupan yang rukun dan harmonis di antara umat. Perilaku Rasulullah yang santun dan penuh etika, haruslah menginspirasi kita dalam mewujudkan demokrasi di tanah air. Demokrasi yang kita bangun harus menjauhkan diri dari tirani kekuasaan dan golongan kuat, serta bentuk-bentuk pemaksaan kehendak yang justru merusak rasa keadilan.

Prinsip-prinsip dasar musyawarah untuk mufakat demi kebaikan rakyat dan negara masih memiliki tempat di alam reformasi dewasa ini. Adalah menjadi tekad kita untuk membangun kehidupan di negeri tercinta ini di mana Islam, demokrasi, dan modernitas dapat hidup seiring dan sejalan dengan damai. Demokrasi yang kita bangun adalah, demokrasi yang disertai amanah. Demokrasi juga harus kita tunjukkan dengan penuh etika dan kesantunan, serta tetap menjunjung tinggi akhlaqul karimah. Bukan demokrasi yang sarat dengan permusuhan, serta saling menjatuhkan.

Alangkah indahnya, jika kita dapat membangun tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan demokrasi yang santun, beretika, dan berakhlak, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Hadirin dan hadirat yang saya muliakan,

Dalam lingkup global, kita terus mengambil prakarsa untuk mengintensifkan dialog antar peradaban. Kita ingin menciptakan suasana saling pengertian, bukan saling menyalahkan dan saling memojokan. Kita menyadari bahwa peradaban Islam akan mampu hidup berdampingan dengan peradaban-peradaban lain secara damai. Kita harus mampu membangun harmoni antar peradaban harmony among civilization, dan bukan benturan antar peradaban clash of civilization.

Kita harus mampu memberikan solusi bagi kehidupan dunia. Kita harus mampu menjalankan ajaran Islam yang agung dengan mengaplikasikan nilai-nilai kasih sayang, perdamaian, harmoni, dan pendekatan yang baik, civilized approach. Kita juga mesti mampu berkontribusi dalam upaya mengatasi berbagai krisis dunia, seperti perubahan iklim.

Saudara-saudara.
Islam juga mengamanatkan umatnya untuk membangun kehidupan yang selaras dengan lingkungan. Kita ketahui bersama, akibat kerusakan lingkungan global yang serius, planet bumi kita saat ini menghadapi tantangan perubahan iklim dan pemanasan global. Bumi semakin panas, permukaan laut semakin tinggi. Banjir dan longsor sering terjadi. Jika kita biarkan kerusakan lingkungan itu terus berlangsung, masa depan anak cucu kita dan umat manusia akan terancam.

Kemarin, saya berkunjung ke Bali untuk membuka Sesi Khusus ke-11 Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Program Lingkungan. Pertemuan yang dihadiri sekitar 130 negara itu dimaksudkan untuk memperbaharui komitmen bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan bumi yang kita tempati bersama. Slogan pertemuan itu berbunyi: ”Satu Planet: Tanggung Jawab Kita Bersama”. Inilah kewajiban kita untuk menjaga, memelihara dan melestarikan planet bumi tempat kita dan anak cucu kita menjalani kehidupan, saat ini dan masa depan.

Kita bersepakat untuk meningkatkan kerja sama dan kemitraan global yang lebih tulus; “more genuine global cooperation and partnership” untuk menyelamatkan lingkungan. Kita harus menjaga, agar pembangunan yang kita lakukan, dapat memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan kehidupan generasi mendatang.

Salah satu langkah yang paling mudah dan tepat untuk menjaga kelestarian lingkungan kita, adalah dengan terus menggalakkan penanaman pohon di seluruh tanah air. Karena itulah, pada kesempatan yang mulia ini, sekali lagi saya mengajak segenap warga bangsa untuk menggalakkan penanaman pohon. Sebagaimana sabda Nabi; ”jika kita masih memiliki satu biji tanaman, meskipun esok hari dunia akan kiamat, maka tanamlah biji tanaman itu”. Marilah kita sukseskan gerakan nasional menanam dan memelihara pohon, bukan hanya jutaan tetapi miliaran pohon agar anak cucu dan masa depan kita selamat.
Kaum muslimin dan muslimat yang saya muliakan.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air untuk senantiasa memperteguh keyakinan dan semangat kita untuk melanjutkan pembangunan bangsa dan negara. Mari kita bangun negeri kita di atas fondasi keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Mari kita bangun negeri kita, dengan kebersihan jiwa dan kesucian nurani sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah. Dengan meyakini dan melaksanakan ajaran itu, insya Allah bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, sejahtera dan berperadaban mulia di masa depan.

Melalui momentum peringatan Maulid Nabi tahun ini, mari kita terus meneladani Rasullullah SAW dalam mewujudkan keadilan, membangun tatanan kehidupan yang beradab, dan meningkatkan kesejahteraan. Mari kita wujudkan tatanan masyarakat yang makin sejahtera, makin demokratis dan makin berkeadilan. Mari kita tingkatkan terus persaudaraan sebagai sebuah bangsa, ukhuwah wathaniyah, meningkatkan persaudaraan sesama umat manusia, ukhuwah basyariyah, dan meningkatkan persaudaraan di antara sesama umat Islam, ukhuwah Islamiyah.

Demikianlah pesan, harapan dan ajakan saya pada kesempatan yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan berkat dan rahmat-Nya kepada bangsa dan negara yang kita cintai. Semoga pula, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, kehidupan berbangsa dan bernegara kita dapat lebih aman, damai dan sejahtera.

Amin ya robbal ’alamin.
Sekian dan terimakasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan

28
Jan
10

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA RAPAT KERJA PANWASCAM DAN PEMBEKALAN PENGAWAS PEMILU LAPANGAN (PPL) SE KABUPATEN PONOROGO

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO

PADA ACARA

RAPAT KERJA PANWASCAM DAN PEMBEKALAN  PENGAWAS PEMILU LAPANGAN (PPL)

SE KABUPATEN PONOROGO

ASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

YTH. : SDR. ANGGOTA MUSPIDA KABUPATEN PONOROGO
YTH. : SDR. KETUA PANWASLU   KABUPATEN PONOROGO BESERTA ANGGOTA
YTH. : SDR. KETUA KPUD KABUPATEN PONOROGO   BESERTA ANGGOTA
YTH. : SDR. KETUA  PANWASCAM SE KABUPATEN PONOROGO DAN ANGGOTA
SDR. PARA PESERTA  RAKER DAN PEMBEKALAN PPL DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA

SYUKUR BERSAMA – SAMA KITA PANJATKAN KEHADLIRAT ALLAH SWT. YANG TELAH MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA KEPADA KITA SEMUA SEHINGGA KITA DAPAT BERJUMPA DALAM ACARA YANG SANGAT MULIA INI BERUPA RAPAT KERJA PANWASCAM DAN PEMBEKALAN PENGAWAS PEMILU LAPANGAN (PPL) YANG DISELENGGARAKAN OLAH PANWASLU KABUPATEN   DALAM SUASANA AMAN TENTRAM DAN DAMAI, SEMOGA DALAM PENYELENGGARAAN  INI AKAN DIPEROLEH HASIL YANG OPTIMAL SEHINGGA PENYELENGGARAN PILEG 2009 DI KABUPATEN PONOROGO DAPAT BERJALAN DENGAN AMAN TERTIB DAN DAMAI SERTA MENGHASILKAN TERPILIHNYA KADER-KADER BANGSA YANG DUDUK DI LEMBAGA LEGISLATIF DAN MAMPU MEMBERIKAN SUMBANGSIH TERBAIKNYA KEPADA BANGSA DAN NEGARA DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

HADLIRIN PESERTA RAKER PANWASCAM DAN PEMBEKALAN PPL  YANG SAYA CINTAI DAN BANGGAKAN.

PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI, SAYA BERHARAP KEPADA PANWASCAM DAN PPL KHUSUSNYA DAN KEPADA MASYARAKAT PONOROGO AGAR BERFIKIR POSITIP DAN RASIONAL TERHADAP HAL YANG FIKTIF ( ISSUE NEGATIF) MASYARAKAT HARUS MENGEDEPANKAN TUJUAN NEGARA YAKNI MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BERDEMOKRASI. KARENA PILEG MEMILIH WAKIL RAKYAT UNTUK MENENTUKAN MASA DEPAN BANGSA.        MASYARAKAT HARUS BERSIKAP TEGAS DENGAN SUATU HAL YANG AKAN MEMBERI SUASANA TIDAK AMAN. PANWASLU-  KPUD- BESERTA JAJARANNYA, TELAH  MENGEVALUASI KENDALA-KENDALA PADA PILEG AGAR TIDAK TERJADI KONFLIK. DAN KITA SADARI, SAAT MENJELANG PILEG BANYAK BERMUNCULAN HAL FIKTIF DIKALANGAN MASYARAKAT. SEPERTI HALNYA, SURAT SUARA YANG SUDAH TERCONTRENG, MONEY POLITIK, JUAL BELI SUARA, DAN PENGGELEMBUNGAN DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT). PROVOKASI TERSEBUT BERTUJUAN UNTUK MENGGAGALKAN PEMILU. SEHINGGA MASYARAKAT TIDAK MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA. KARENA MASYARAKAT MENILAI TIDAK JUJUR DAN ADIL (JURDIL) . UNTUK ITULAH, MAKA DI FORUM YANG SANGAT STRATEGIS INI SAYA BERHARAP AGAR KOORDINASI DENGAN BERBAGAI PIHAK, TERUS DITINGKATKAN INTENSITASNYA, SEHINGGA PELAKSANAAN PEMILIHAN DAN PENGHITUNGAN SUARA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2009 DI KABUPATEN PONOROGO DAPAT BERJALAN SESUAI DENGAN RENCANA, DAN MAMPU MENGHASILKAN PILIHAN RAKYAT YANG TERBAIK, YAKNI TERPILIHNYA WAKIL-WAKIL RAKYAT YANG DUDUK DI DPR-RI-DPD-DPRD PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN YANG MAMPU MENAMPNG ASPIRASI DAN KEHENDAK RAKYAT.

HADLIRIN PESERTA RAKER PANWASCAM DAN PEMBEKALAN PPL  YANG SAYA CINTAI DAN BANGGAKAN.

KITA AKAN MEMPEROLEH HASIL PEMILU SECARA OPTIMAL DAN MAMPU MEMILIH WAKIL-WAKIL RAKYAT YANG DUDUK DI LEGISLATIF, TENTU MASALAH YANG SANGAT MENDASAR ADALAH BAGAIMANA PARA PELAKSANA DILAPANGAN, BAIK DI TINGKAT KABUPATEN, KECAMATAN, DESA DAN KELURAHAN , BAHKAN DI TINGKAT TPS SECARA BERSAMA-SAMA MEMAHAMI MEKANISME SERTA ATURAN MAIN TENTANG BAGAIMANA TATACARA PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA. JIKA SEGENAP KOMPONEN YANG TERKAIT DALAM PENYELENGGARAAN PILEG INI TELAH MEMILIKI KESAMAAN PANDANGAN, MAKA PADA AKHIRNYA DAPAT DIPERKECIL TINGKAT PERSELIHAN DAN KESALAHAN DALAM PEMILIHAN MAUPUN PENGHITUNGAN SUARA.

SAAT  INI, KPUD PONOROGO TELAH DAN SEDANG MELAKSANAKAN PENDISTRIBUSIAN KOTAK DAN KARTU SUARA SERTA KELENGKAPAN LAINNYA  DI TIAP TIAP KECAMATAN, YANG SELANJUTNYA AKAN DIDISTRIBUSIKAN KE MASING-MASING DESA/KELURAHAN, SEMOGA KEGIATAN TERSEBUT  DAPAT TUNTAS SATU HARI MENJELANG PEMUNGUTAN SUARA, UNTUK ITU SEKALI LAGI SAYA BERHARAP AGAR PANWASLU DAN SEGENAP JAJARANNYA JUGA IKUT MENGAWAL AGAR TIDAK TERJADI HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN DAN SECARA SERENTAK MASYARAKAT PONOROGO DAPAT MELAKSANAKAN PEMILIHAN PADA TANGGAL 9 APRIL 2009 MENDATANG.

HADLIRIN PESERTA RAKER PANWASCAM DAN PEMBEKALAN PPL  YANG SAYA CINTAI DAN BANGGAKAN.

DEMIKIAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, SELAMAT MENGIKUTI RAKER DAN PEMBEKALAN, SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA SENANTIASA MEMBERIKAN BIMBINGAN KEPADA KITA. DAN MEMBERIKAN KEKUATAN KEPADA PARA PELAKSANA SEHINGGA MEREKA DAPAT MENJALANKAN TUGAS DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB. AMIN

WASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH.

PONOROGO,  7 APRIL  2009

BUPATI PONOROGO

H.MUHADI SUYONO,SH.M.Si

28
Jan
10

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA PELANTIKAN ANGGOTA PPK PILPRES TAHUN 2009 DI KABUPATEN PONOROGO

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA PELANTIKAN ANGGOTA PPK PILPRES TAHUN 2009

DI KABUPATEN PONOROGO

ASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

YTH. : SDR. MUSPIDA KABUPATEN PONOROGO

YTH. : SDR. KETUA KPUD KABUPATEN PONOROGO BESERTA ANGGOTA YTH. : SDR. PARA ANGGOTA PPK PILPRES TAHUN 2009 KABUPATEN PONOROGO

YTH. : PARA UNDANGAN DAN HADLIRIN YANG BERBAHAGIA

SYUKUR BERSAMA – SAMA KITA PANJATKAN KEHADLIRAT ALLAH SWT. YANG TELAH MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA KEPADA KITA SEMUA SEHINGGA KITA DAPAT BERJUMPA DALAM ACARA YANG SANGAT MULIA INI BERUPA PELANTIKAN ANGGOTA PPK PILPRES JAWA TIMUR 2008 SE KABUPATEN PONOROGO DALAM SUASANA AMAN TENTRAM DAN DAMAI, SEMOGA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS MULAI TAHAP AWAL PERSIAPAN BERUPA PENDAFTARAN PEMILIH SAMPAI TAHAP AKHIR BERUPA PELANTIKAN GUBERNUR JAWA TIMUR HASIL PILPRES TAHUN 2009 DAN MENGHASILKAN PEMIMPIN JAWA TIMUR YANG DIKEHENDAKI OLEH MASYARAKAT. SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN YANG BERBAHAGIA MEMPERHATIKAN KETENTUAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM, UTAMANYA PADA PASAL 42 SAMPAI DENGAN PASAL 49 BAHWA TUGAS POKOK DAN FUNGSI PKK SANGAT SETRATEGIS, ARTINYA PENYELENGGARA AN PILPRES MULAI TAHAP PERENCANAAN SAMPAI DENGAN EVALUASI, PPK SANGAT MENENTUKAN, MENGINGAT PPK MERUPAKAN KEPANJANGAN KPUD DAN AKAN MELAKSANAKAN KEBIJAKAN – KEBIJAKAN ORGANISASI DI TINGKAT KECAMATAN DAN MELAKSANAKAN KOORDINASI DENGAN KPPS SEBAGAI IMPLEMENTOR DI TINGKAT DESA/KELURAHAN. UNTUK ITULAH PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI SAYA SANGAT MENARUH HARAPAN KEPADA SAUDARA-SAUDARA ANGGOTA PPK YANG BARU SAJA DILANTIK UNTUK SEGERA MELAKUKAN KOORDINASI INTERNAL BAIK SECARA VERTIKAL MAUPUN HORIZONTAL AGAR TAHAPAN-TAHAPAN YANG TELAH DIRENCANAKAN DALAM PENYELENGGARAAN PILPRES KHUSUSNYA DI KABUPATEN PONOROGO DAPAT TERLAKSANA DENGAN BAIK. SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN YANG BERBAHAGIA DIERA REFORMASI SEKARANG INI KITA TELAH MENYELENGGARAKAN BEBERAPA KALI PEMILIHAN UMUM, BAIK PILEG, PILPRES, PILBUB YANG SECARA KESELURUHAN JUGA MELIBATKAN PPK SEBAGAI BAGIAN YANG TAK DAPAT DIPISAHKAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM, UNTUK ITU PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI PERLU SAYA TEGASKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT: 1. PPK DI MASING-MASING KECAMATAN, APABILA MENGHADAPI PERMASALAHAN-PERMASALAH AN KRUSIAL, SEGERA MELAKUKAN KOORDINASI DENGAN ANGGOTA PPK SEKALIGUS MELIBATKAN SEKRETARIAT PPK, DAN LAKUKAN KOORDINASI DENGAN KPUD; 2. SETIAP LANGKAH DAN TINDAKAN HARUS SENANTIASA BERPEDOMAN PADA ATURAN HUKUM YANG BERLAKU, HAL INI DIMAKSUDKAN AGAR LANGKAH DAN TINDAKAN KITA DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN, MENGINGAT BEBERAPA KASUS PILPRES DI BEBERAPA DAERAH YANG TIDAK KUNJUNG USAI DISEBABKAN OLEH KURANGNYA KOORDINASI SERTA KURANG CERMATNYA DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN; 3. KEPADA KPUD KABUPATEN PONOROGO, SEKRETARIAT KPUD HENDAKLAH MEMBERIKAN PELAYANAN DENGAN MENGEDEPANKAN SEMANGAT PROFESIONALISME SEHINGGA DAPAT TERJALIN KOMUNIKASI SECARA EFEKTIF DIBERBAGAI TINGKATAN, DAN PADA AKHIRNYA AKAN MEMBAWA HASIL SEBAGAIMANA YANG KITA HARAPKAN; 4. KEPADA SELURUH SATUAN KERJA PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO AGAR MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA KPUD DAN PPK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS YANG CUKUP BERAT INI, SEBAB PADA HAKEKATNYA KEBERHASILAN KPUD, PPK JUGA MERUPAKAN KEBERHASILAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT PONOROGO 5. NETRALITAS ANGGOTA KPUD, DAN PPK PERLU TETAP DITEGAKKAN, MENGINGAT MASYARAKAT PONOROGO DAN JUGA PARA CALON PRESIDEN SANGAT MENGHARAPKAN TERSELENGGARA NYA PILPRES YANG AMAN-NYAMAN – DAMAI TANPA ADA PIHAK-PIHAK YANG MERASA DIRUGIKAN OLEH KINERJA DARI KPUD DAN PPK, UNTUK ITULAH NETRALITAS MERUPAKAN MODAL YANG SANGAT BERHARGA DALAM MENGAWAL TEGAKNYA DEMOKRASI SEBAGAI AMANAT UUD 1945 DAN PANCASILA YANG KITA JUNJUNG TINGGI DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA. SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN YANG BERBAHAGIA DEMIKIAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, MUDAH MUDAHAN ADA GUNA DAN MANFAATNYA BAGI KITA DAN AKHIRNYA SAYA ATAS NAMA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT PONOROGO MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA SAUDARA- SAUDARA YANG TELAH DILANTIK MENJADI ANGGOTA PPK DALAM PENYELENGGARAAN PILPRES TAHUN 2009, SELAMAT BEKERJA – BERKARYA DAN BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA, SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA SENANTIASA MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA KEPADA KITA BERSAMA, AMIN. DEMIKIAN, KURANG LEBIHNYA MOHON MA’AF WASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH. PONOROGO, 31 MARET 2009 BUPATI PONOROGO H.MUHADI SUYONO,SH.M.Si

28
Jan
10

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA PELANTIKAN ANGGOTA PPK PILGUB JATIM TAHUN 2008 DI KABUPATEN PONOROGO

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA PELANTIKAN ANGGOTA PPK PILGUB JATIM TAHUN 2008 DI KABUPATEN PONOROGO ASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH YTH. : SDR. MUSPIDA KABUPATEN PONOROGO YTH. : SDR. KETUA KPUD KABUPATEN PONOROGO BESERTA ANGGOTA YTH. : SDR. PARA ANGGOTA PPK PILGUB JAWA TIMUR TAHUN 2008 KABUPATEN PONOROGO YTH. : PARA UNDANGAN DAN HADLIRIN YANG BERBAHAGIA SYUKUR BERSAMA – SAMA KITA PANJATKAN KEHADLIRAT ALLAH SWT. YANG TELAH MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA KEPADA KITA SEMUA SEHINGGA KITA DAPAT BERJUMPA DALAM ACARA YANG SANGAT MULIA INI BERUPA PELANTIKAN ANGGOTA PPK PILGUB JAWA TIMUR 2008 SE KABUPATEN PONOROGO DALAM SUASANA AMAN TENTRAM DAN DAMAI, SEMOGA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS MULAI TAHAP AWAL PERSIAPAN BERUPA PENDAFTARAN PEMILIH SAMPAI TAHAP AKHIR BERUPA PELANTIKAN GUBERNUR JAWA TIMUR HASIL PILGUB TAHUN 2008 DAN MENGHASILKAN PEMIMPIN JAWA TIMUR YANG DIKEHENDAKI OLEH MASYARAKAT. SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN YANG BERBAHAGIA MEMPERHATIKAN KETENTUAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM, UTAMANYA PADA PASAL 42 SAMPAI DENGAN PASAL 49 BAHWA TUGAS POKOK DAN FUNGSI PKK SANGAT SETRATEGIS, ARTINYA PENYELENGGARA AN PILGUB MULAI TAHAP PERENCANAAN SAMPAI DENGAN EVALUASI, PPK SANGAT MENENTUKAN, MENGINGAT PPK MERUPAKAN KEPANJANGAN KPUD DAN AKAN MELAKSANAKAN KEBIJAKAN – KEBIJAKAN ORGANISASI DI TINGKAT KECAMATAN DAN MELAKSANAKAN KOORDINASI DENGAN KPPS SEBAGAI IMPLEMENTOR DI TINGKAT DESA/KELURAHAN. UNTUK ITULAH PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI SAYA SANGAT MENARUH HARAPAN KEPADA SAUDARA-SAUDARA ANGGOTA PPK YANG BARU SAJA DILANTIK UNTUK SEGERA MELAKUKAN KOORDINASI INTERNAL BAIK SECARA VERTIKAL MAUPUN HORIZONTAL AGAR TAHAPAN-TAHAPAN YANG TELAH DIRENCANAKAN DALAM PENYELENGGARAAN PILGUB JATIM KHUSUSNYA DI KABUPATEN PONOROGO DAPAT TERLAKSANA DENGAN BAIK. SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN YANG BERBAHAGIA DIERA REFORMASI SEKARANG INI KITA TELAH MENYELENGGARAKAN BEBERAPA KALI PEMILIHAN UMUM, BAIK PILEG, PILPRES, PILBUB YANG SECARA KESELURUHAN JUGA MELIBATKAN PPK SEBAGAI BAGIAN YANG TAK DAPAT DIPISAHKAN DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM, UNTUK ITU PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI PERLU SAYA TEGASKAN HAL-HAL SEBAGAI BERIKUT: 1. PPK DI MASING-MASING KECAMATAN, APABILA MENGHADAPI PERMASALAHAN-PERMASALAH AN KRUSIAL, SEGERA MELAKUKAN KOORDINASI DENGAN ANGGOTA PPK SEKALIGUS MELIBATKAN SEKRETARIAT PPK, DAN LAKUKAN KOORDINASI DENGAN KPUD; 2. SETIAP LANGKAH DAN TINDAKAN HARUS SENANTIASA BERPEDOMAN PADA ATURAN HUKUM YANG BERLAKU, HAL INI DIMAKSUDKAN AGAR LANGKAH DAN TINDAKAN KITA DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN, MENGINGAT BEBERAPA KASUS PILGUB DI BEBERAPA DAERAH YANG TIDAK KUNJUNG USAI DISEBABKAN OLEH KURANGNYA KOORDINASI SERTA KURANG CERMATNYA DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN; 3. KEPADA KPUD KABUPATEN PONOROGO, SEKRETARIAT KPUD HENDAKLAH MEMBERIKAN PELAYANAN DENGAN MENGEDEPANKAN SEMANGAT PROFESIONALISME SEHINGGA DAPAT TERJALIN KOMUNIKASI SECARA EFEKTIF DIBERBAGAI TINGKATAN, DAN PADA AKHIRNYA AKAN MEMBAWA HASIL SEBAGAIMANA YANG KITA HARAPKAN; 4. KEPADA SELURUH SATUAN KERJA PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO AGAR MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA KPUD DAN PPK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS YANG CUKUP BERAT INI, SEBAB PADA HAKEKATNYA KEBERHASILAN KPUD, PPK JUGA MERUPAKAN KEBERHASILAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT PONOROGO 5. NETRALITAS ANGGOTA KPUD, DAN PPK PERLU TETAP DITEGAKKAN, MENGINGAT MASYARAKAT PONOROGO DAN JUGA PARA CALON GUBERNUR SANGAT MENGHARAPKAN TERSELENGGARA NYA PILGUB YANG AMAN-NYAMAN – DAMAI TANPA ADA PIHAK-PIHAK YANG MERASA DIRUGIKAN OLEH KINERJA DARI KPUD DAN PPK, UNTUK ITULAH NETRALITAS MERUPAKAN MODAL YANG SANGAT BERHARGA DALAM MENGAWAL TEGAKNYA DEMOKRASI SEBAGAI AMANAT UUD 1945 DAN PANCASILA YANG KITA JUNJUNG TINGGI DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA. SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN YANG BERBAHAGIA DEMIKIAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, MUDAH MUDAHAN ADA GUNA DAN MANFAATNYA BAGI KITA DAN AKHIRNYA SAYA ATAS NAMA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT PONOROGO MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA SAUDARA- SAUDARA YANG TELAH DILANTIK MENJADI ANGGOTA PPK DALAM PENYELENGGARAAN PILGUB JATIM TAHUN 2008, SELAMAT BEKERJA – BERKARYA DAN BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA, SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA SENANTIASA MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA KEPADA KITA BERSAMA, AMIN. DEMIKIAN, KURANG LEBIHNYA MOHON MA’AF WASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH. PONOROGO, 3 MARET 2008 BUPATI PONOROGO H.MUHADI SUYONO,SH.M.Si

28
Jan
10

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA MUSYAWARAH CABANG PARTAI KEBANGKITAN BANGSA KE II KABUPATEN PONOROGO

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA MUSYAWARAH CABANG PARTAI KEBANGKITAN BANGSA KE II KABUPATEN PONOROGO

ASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

YTH. : SDR. KETUA UMUM DEWAN TANFIDZ, PARTAI KEBANGKITAN BANGSA , H.A. MUHAIMIN ISKANDAR

YTH.: SDR. KETUA DPW PKB PROPINSI JAWA TIMUR BESERTA ROMBONGAN

YTH. : SDR. KETUA DAN PENGURUS DPC PKB KABUPATEN PONOROGO, PANITIA MUSCAB , SELURUH PESERTA DAN HADLIRIN YANG BERBAHAGIA

PERTAMA – TAMA, MARILAH KITA PANJATKAN PUJI SYUKUR KEHADLIRAT TUHAN YANG MAHA ESA. YANG TELAH MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA KEPADA KITA SEMUA, SEHINGGA KITA DAPAT BERKUMPUL DALAM ACARA YANG SANGAT STRATEGIS INI YAITU MUSYAWARAH CABANG PARTAI KEBANGKITAN BANGSA KE II KABUPATEN PONOROGO, DALAM KEADAAN SEHAT WAL AFIAT. PADA KESEMPATAN INI, IJINKANLAH , SAYA MENGAJAK KEPADA SEGENAP PESERTA MUSCAB UNTUK MERENUNGKAN KEMBALI POKOK-POKOK KEPUTUSAN YANG DIHASILKAN MELALUI RAPAT KERJA DPP PKB DAN KONSOLIDASI DPW-DPW PKB SE-INDONESIA, UTAMANYA PADA KESUNGGUHAN PKB UNTUK MENGINTENSIFKAN KONSOLIDASI IDEOLOGI, POLITIK, ORGANISASI DAN PROGRAM-PROGRAM NYATA UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT. MUSCAB PARTAI, TIDAK LAIN MERUPAKAN SARANA UNTUK MENYUKSESKAN KEPUTUSAN PARTAI , MENGINGAT DALAM MUSCAB DIAGENDAKAN TIGA HAL MENDASAR YAKNI; LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN KEPENGURUSAN LAMA, PENYUSUNAN PROGRAM ORGANISASI UNTUK LIMA TAHUN KEDEPAN, DAN PEMILIHAN PENGURUS. BAPAK/IBU HADLIRIN DAN PARA PESERTA MUSCAB YANG BERBAHAGIA. PENEGASAN KEBAMBALI TENTANG JATI DIRI PKB DALAM RAKER DPP DENGAN DPW BAHWA PARTAI KEBANGKITAN BANGSA SEBAGAI PARTAI TERBUKA YANG DILAHIRKAN OLEH PARA ULAMA BERTEKAD UNTUK MENJADI PROTOTYPE TERBAIK SEBUAH PARTAI POLITIK YANG MENGETRAPKAN NILAI-NILAI ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH SECARA TOLERAN, INKLUSIF DAN MODERAT DALAM FORMAT NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. TENTU MEMERLUKAN DUKUNGAN DARI SEGENAP POTENSI PARTAI, SEHINGGA KEDEPAN PKB SEBAGAI PARTAI TERBUKA AKAN MAMPU MENGEMBAN AMANAT RAKYAT, DAN APABILA HAL ITU BETUL – BETUL TERJADI MAKA PKB AKAN SEMAKIN MENDAPATKAN PENDUKUNG DAN SIMPATISAN DARI RAKYAT, UNTUK ITU PADA KESEMPATAN YANG BERHARGA INI SAYA ATAS NAMA PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO BERHARAP AGAR TIGA AGENDA POKOK DALAM MUSCAB INI DAPAT TERLAKSANA DENGAN BAIK DAN SEMANGAT KEBERSAMAAN TETAP DITEGAKKAN . BAPAK/IBU HADLIRIN DAN PARA PESERTA MUSCAB YANG BERBAHAGIA. DALAM PEMILIHAN PENGURUS NANTI, HENDAKNYA TETAP MENGEDEPANKAN PERSATUAN DAN KESATUAN, HINDARI KETIDAK HARMONISAN ANTAR KADER, YANG TERPILIH AGAR TETAP MENGAKOMODIR YANG BELUM BERHASIL DAN YANG BELUM BERHASIL HARUS SECARA SATRIA MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA YANG MENDAPAT KEPERCAYAAN, JIKA KONDISI INI DAPAT TERBANGUN, MAKA PROGRAM – PROGRAM YANG TELAH DIAMANATKAN OLEH PARTAI AKAN DAPAT TERLAKSANA DENGAN BAIK, DAN SECARA OTOMATIS PKB AKAN MAMPU MENYELESAIKAN TUGAS – TUGAS ORGANISASI SECARA CEPAT DAN TEPAT SASARAN. BAPAK/IBU HADLIRIN DAN PARA PESERTA MUSCAB YANG BERBAHAGIA. DEMIKIAN SAMBUTAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, SEMOGA BERMANFAAT , AKHIRNYA SELAMAT MELAKSANAKAN MUSYAWARAH SEMOGA ALLAH SWT SENANTIASA MEMBERIKAN RIDLONYA KEPADA KITA SEKALIAN. SEKIAN TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA. WASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH. PONOROGO, 13 JANUARI 2007 BUPATI PONOROGO H.MUHADI SUJONO,SH.M.Si

28
Jan
10

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA SEMINAR DAN KOFERENSI CABANG PMII XVIII KABUPATEN PONOROGO

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA SEMINAR DAN KOFERENSI CABANG PMII XVIII KABUPATEN PONOROGO TANGGAL 03 PEBRUARI 2007

ASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

YTH. : SDR. KETUA PB PMII ATAU YANG MEWAKILI

YTH. : SDR. PENGURUS KOORCAB PMII JAWA TIMUR

YTH. : SDR. PENGURUS CABANG, PENGURUS KOMISARIAT, RAYON PMII PONOROGO,

YTH. : PARA UNDANGAN DAN PESERTA SEMINAR SERTA KONFERENSI CABANG PMII XVIII

PERTAMA – TAMA, MARILAH KITA PANJATKAN PUJI SYUKUR KEHADLIRAT TUHAN YANG MAHA ESA. YANG TELAH MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA KEPADA KITA SEMUA, SEHINGGA KITA DAPAT BERKUMPUL DALAM ACARA SEMINAR DAN KONFERENSI CABANG PMII XVIII KABUPATEN PONOROGO, DALAM KEADAAN SEHAT WAL AFIAT. HADIRIN YANG BERBAHAGIA KEBERADAAN GERAKAN MAHASISWA DALAM KONSTELASI SOSIAL POLITIK DI NEGERI INI TAK BISA DIPANDANG SEBELAH MATA. DIAKUI ATAU TIDAK, KEBERADAAN MEREKA MENJADI SALAH SATU KEKUATAN YANG SELALU DIPERTIMBANGKAN OLEH BERBAGAI KELOMPOK KEPENTINGAN (INTEREST GROUP) TERUTAMA PENGAMBIL KEBIJAKAN, YAKNI NEGARA. DIANTARA ELEMEN-ELEMEN GERAKAN MAHASISWA YANG MEMILIKI PENGARUH SIGNIFIKAN ADALAH GERAKAN MAHASISWA ISLAM. MEREKA ADALAH ORGANISASI MASSA (ORMAS) MAHASISWA YANG MEMILIKI BASIS KONSTITUEN YANG JELAS DAN MASSA PENDUKUNG YANG BESAR SEPERTI PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII), HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI), IMM DAN KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (KAMMI). PADA SISI LAIN, TAK BISA DIPUNGKIRI BAHWA GERAKAN MAHASISWA MENGALAMI POLARISASI DALAM ENTITAS DAN KELOMPOK-KELOMPOK TERTENTU YANG BERBEDA, BAHKAN ACAPKALI BERTENTANGAN SATU SAMA LAIN. HAL INI TERJADI KARENA BEBERAPA FAKTOR YANG MELINGKUPI NYA, SEPERTI PERBEDAAN IDEOLOGI, STRATEGI DAN LAINNYA. HADIRIN YANG BERBAHAGIA SAYA ATAS NAMA PRIBADI DAN PEMERINTAH MENYAMPAIKAN TERIMA KASIH DAN PENGHARGA AN YANG SETINGGI-TINGGINYA KEPADA PMII CABANG PONOROGO YANG TELAH MEM PRAKARSAI TERSELENGGARANYA SEMINAR DENGAN TEMA “ STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF ANGGARAN DI ERA OTONOMI DAERAH”. MEMPERHATIKAN TERHADAP TEMA DI ATAS, MAKA PENGENTASAN KEMISKINAN YANG DIMAKSUDKAN ADALAH KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI YANG SECARA NYATA SEJAK TERJADINYA KRISIS TAHUN 1998 PERMASALAHAN KEMISKINAN BELUM DAPAT TERATASI WALAUPUN BERBAGAI PROGRAM TELAH DITEMPUH, NAMUN DEMIKIAN KITA WAJIB BERSYUKUR TERNYATA BERBAGAI REGULASI YANG DIKLUARKAN PEMERINTAH DAPAT MEMBANTU MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN MESKIPUN BERSIFAT SEMENTARA. DAN YANG PERLU KITA UPAYAKAN SEKARANG ADALAH BAGAIMANA PEMERINTAH BERSAMA-SAMA DENGAN KOMPONEN MASYARAKAT YANG ADA DI KABUPATEN PONOROGO INI MAMPU MEMECAHKAN PERSOALAN KEMISKINAN SECARA TUNTAS. UNTUK ITU PERLU ADA UPAYA – UPAYA DENGAN MEMPERHATIKAN TERHADAP FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEMISKINAN DI KABUPATEN PONOROGO, DAN KETIKA FAKTOR KEKUATAN – KELEMAHAN PELUANG DAN ANCAMAN TELAH DIIDENTIFIKASI, MAKA KITA CARI FORMULASI YANG TEPAT UNTUK MENGATASI KEMISKINAN. HADIRIN YANG BERBAHAGIA PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO MELALUI LINTAS SEKTOR TELAH MENYUSUN RENCANA STRATEGIS DAERAH DALAM MENGATASI KEMISKINAN, DAN MELALUI RENSTRA DAERAH 2005-2010 KITA TELAH CANANGKAN PROGRAM DAN KEGIATAN YANG DIHARAPKAN MAMPU MENEKAN ANGKA KEMISKINAN. GARDU TASKIN, PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN DLL MERUPAKAN BENTUK – BENTUK KONGKRIT PROGAM PEMERINTAH DALAM MENGATASI KEMISKINAN, WALAUPUN KAMI JUGA TIDAK MENUTUP MATA BAHWA PROGRAM-PROGRAM DIATAS MASIH TERDAPAT KEKURANGAN, TETAPI SETIDAKNYA BILA TERUS DIADAKAN PENGAWASAN DAN EVALUASI , MAKA PADA TAHUN 2010 KITA AKAN MAMPU MEWUDJUKAN PONOROGO MUKTI WIBOWO. HADIRIN YANG BERBAHAGIA DEMIKIAN SAMBUTAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, SEMOGA BERMANFAAT , AKHIRNYA SELAMAT MELAKSANAKAN “SEMINAR DAN KOFERENSI CABANG PMII XVIII “ SEMOGA ALLAH SWT SENANTIASA MEMBERIKAN RIDLONYA KEPADA KITA SEKALIAN. SEKIAN TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA.

WASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH.

PONOROGO, 9 PEBRUARI 2007 BUPATI PONOROGO

H.MUHADI SUJONO,SH.M.Si

28
Jan
10

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA KELUARGA BESAR MARHAENIS KABUPATEN PONOROGO TGL.12 JUNI 2007

SAMBUTAN BUPATI PONOROGO PADA ACARA MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA KELUARGA BESAR MARHAENIS KABUPATEN PONOROGO

TGL.12 JUNI 2007

ASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

YTH. : SDR.  KETUA  DAN SEGENAP PENGURUS  KELUARGA BESAR MARHAINES KABUPATEN PONOROGO
YTH. : SDR.  KETUA DAN SEGENAP PANITIA PENYELENGGARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA KELUARGA BESAR MARHAINES KABUPATEN PONOROGO
YTH. : SDR. SEGENAP UNDANGAN DAN HADLIRIN YANG BERBAHAGIA

PERTAMA – TAMA, MARILAH KITA PANJATKAN PUJI SYUKUR KEHADLIRAT TUHAN YANG MAHA ESA. YANG TELAH MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA KEPADA KITA SEMUA, SEHINGGA KITA DAPAT BERKUMPUL  DALAM ACARA YANG SANGAT STRATEGIS  INI  YAITU  PERINGATAN HARI LAHIR ” PANCASILA ” 1 JUNI TAHUN 2007

PADA KESEMPATAN INI, IJINKANLAH , SAYA MENGAJAK KEPADA KELUARGA BESAR MARHAINES DAN SELURUH HADLIRIN    UNTUK MERENUNGKAN KEMBALI NILAI-NILAI BUDAYA BANGSA  ” FALSAFAH PANCASILA ” YANG TELAH KITA YAKINI KEBENARANNYA DAN MAMPU MENGHADAPI TANTANGAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG TERUS BERGULIR SEIRING DENGAN DINAMIKA  PERADAPAN GLOBAL DAN PANCASILA DIHARAPKAN DAPAT MENJAWAB SELURUH PERSOALAN BANGSA.

HADLIRIN SEKALIAN YANG BERBAHAGIA

NEGARA KEBANGSAAN INDONESIA TER BENTUK DENGAN CIRI YANG AMAT UNIK DAN SPESIFIK. BERBEDA DENGAN JERMAN, INGGRIS, PERANCIS, ITALIA, YUNANI, YANG MENJADI SUATU NEGARA BANGSA KARENA KESAMAAN BAHASA. ATAU AUSTRALIA, INDIA, SRI LANKA, SINGAPURA, YANG MENJADI SATU BANGSA KARENA KESAMAAN DARATAN. ATAU JEPANG, KOREA, DAN NEGARA-NEGARA DI TIMUR TENGAH, YANG MENJADI SATU NEGARA KARENA KESAMAAN RAS.

INDONESIA MENJADI SATU NEGARA BANGSA MESKI TERDIRI DARI BANYAK BAHASA, ETNIK, RAS, DAN KEPULAUAN. HAL ITU TERWUJUD KARENA KESAMAAN SEJARAH MASA LALU; NYARIS KESAMAAN WILAYAH SELAMA 500 TAHUN KERAJAAN SRIWIJAYA DAN 300 TAHUN KERAJAAN MAJAPAHIT DAN SAMA-SAMA 350 TAHUN DIJAJAH BELANDA SERTA 3,5 TAHUN OLEH JEPANG.

NEGARA KEBANGSAAN KITA JUGA TER BENTUK ATAS UPAYA BESAR FOUNDING FATHERS, YANG TANPA KENAL LELAH KELUAR MASUK PENJARA MEMANTAPKAN RASA KEBANGSAAN INDONESIA YANG RESMINYA LAHIR PADA SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928. NEGARA KEBANGSAAN INDONESIA LAHIR MELALUI PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 1945 DAN UUD 1945 YANG DITETAPKAN OLEH PPKI PADA 18 AGUSTUS 1945, YANG PADA BAGIAN PEMBUKAANNYA MEMUAT PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA. PANCASILA MERUPAKAN SUBLIMASI DARI PANDANGAN HIDUP DAN NILAI-NILAI BUDAYA YANG MENYATUKAN MASYARAKAT KITA YANG BERAGAM SUKU, RAS, BAHASA, AGAMA, PULAU, MENJADI BANGSA YANG SATU, INDONESIA.

ITULAH SEBABNYA, MESKI UUD 1945 TELAH DIAMANDEMEN EMPAT KALI, BAGIAN PEMBUKAAN INI TETAP TIDAK BERUBAH, KARENA JIKA BERUBAH BERARTI MEMBENTUK NEGARA BARU, BUKAN YANG DIPROKLAMIRKAN PADA 17 AGUSTUS 1945.

HADIRIN YANG BERBAHAGIA

SOSIOLOG TALCOTT PARSONS DALAM BUKU SOCIAL SYSTEM MENYATAKAN, JIKA SUATU MASYARAKAT INGIN TETAP EKSIS DAN LESTARI, ADA EMPAT PARADIGMA FUNGSI (FUNCTION PARADIGM) YANG HARUS TERUS DILAKSANAKAN OLEH MASYARAKAT BERSANGKUTAN.

PERTAMA, PATTERN MAINTENANCE, KEMAMPUAN MEMELIHARA SISTEM NILAI BUDAYA YANG DIANUT KARENA BUDAYA ADALAH ENDAPAN PERILAKU MANUSIA. BUDAYA MASYARAKAT ITU AKAN BERUBAH KARENA TERJADI TRANSFORMASI NILAI DARI MASYARAKAT TERDAHULU KE MASYARAKAT KEMUDIAN, TETAPI DENGAN TETAP MEMELIHARA NILAI-NILAI YANG DIANGGAPNYA LUHUR, KARENA TANPA HAL ITU AKAN TERBENTUK MASYARAKAT BARU YANG LAIN.

KEDUA, KEMAMPUAN MASYARAKAT BER ADAPTASI DENGAN DUNIA YANG BERUBAH DENGAN CEPAT. SEJARAH MEMBUKTIKAN BANYAK PERADABAN MASYARAKAT YANG TELAH HILANG KARENA TIDAK MAMPU BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN DUNIA. MASYARAKAT YANG MAMPU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PERUBAHAN SERTA MEMANFAATKAN PELUANG YANG TIMBUL AKAN UNGGUL.

KETIGA, ADANYA FUNGSI INTEGRASI DARI UNSUR-UNSUR MASYARAKAT YANG BERAGAM SECARA TERUS-MENERUS SEHINGGA TERBENTUK KEKUATAN SENTRIPETAL YANG KIAN MENYATUKAN MASYARAKAT ITU.

KEEMPAT, MASYARAKAT PERLU MEMILIKI GOAL ATTAINMENT ATAU TUJUAN BERSAMA YANG DARI MASA KE MASA BERTRANSFORMASI KARENA TERUS DIPERBAIKI OLEH DINAMIKA MASYARAKAT NYA DAN OLEH PARA PEMIMPINNYA.

JIKA NEGARA KEBANGSAAN INDONESIA TERBENTUK OLEH KESAMAAN SEJARAH MASA LALU, MAKA KE DEPAN PERLU DIMANTAPKAN OLEH KESAMAAN CITA-CITA, PANDANGAN, HARAPAN, DAN TUJUAN TENTANG MASA DEPANNYA.

HADLIRIN YANG BERBAHAGIA

SEBUAH NEGARA BANGSA MEMBUTUHKAN WELTANSCHAUUNG ATAU LANDASAN FILOSOFIS. ATAS DASAR WELTANSCHAUUNG ITU, DISUSUNLAH VISI, MISI, DAN TUJUAN NEGARA. TANPA ITU, NEGARA BERGERAK SEPERTI LAYANGAN PUTUS, TANPA PEDOMAN.

DALAM PERSPEKTIF NEGARA BANGSA, EMPAT FUNCTION PARADIGM PARSON YANG HARUS TERUS DILAKSANAKAN MASYARAKAT INDONESIA AGAR DAPAT HIDUP DAN BERKEMBANG, KERANGKA SISTEMIKNYA TERMANIFESTASIKAN (TER KRISTALISASI) DALAM PANCASILA YANG MERUPAKAN WELTANSCHAUUNG BANGSA INDONESIA.

AKHIR-AKHIR INI, TERASA PAMOR PANCASILA SEDANG MENURUN. PANCASILA JUGA DAPAT DIPANDANG SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA KEBANGSAAN INDONESIA. MUSTAFA REJAI DALAM BUKU POLITICAL IDEOLOGIES MENYATAKAN, IDEOLOGI ITU TIDAK PERNAH MATI, YANG TERJADI ADALAH EMERGENCE (KEMUNCULAN), DECLINE (KEMUNDURAN), DAN RESURGENCE OF IDEOLOGIES (KEBANGKITAN KEMBALI SUATU IDEOLOGI). TAMPAKNYA, SEJAK AWAL REFORMASI HINGGA SAAT INI SEDANG TERJADI DECLINING (KEMUNDURAN) PAMOR IDEOLOGI PANCASILA SEIRING MENINGKATNYA LIBERALISASI DAN DEMOKRATISASI DUNIA.

SOSIALISASI PANCASILA DI MASA LALU, DI MANA YANG MENGIKUTI PENATARAN MEM PEROLEH SERTIFIKAT DAN MENJADI PERSYARATAN DALAM PROMOSI JABATAN, TELAH MENJADIKAN PANCASILA HAFALAN, DAN TIDAK MEWUJUD SECARA SUBSTANSIAL PADA PERIKEHIDUPAN SEHARI-HARI MASYARAKATNYA.

HADLIRIN YANG BERBAHAGIA

DALAM BUKU THE MEANING OF THE 20TH CENTURY, KENNETH E BOULDING MENYATAKAN, “KEBENARAN YANG DIAKUI BENAR OLEH SEMUA ORANG BUKAN IDEOLOGI YANG PATUT DIPERJUANGKAN. KEBENARAN YANG DIAKUI BENAR OLEH SEBAGIAN ORANG ADALAH IDEOLOGI YANG PATUT DIPERJUANGKAN”.

AGAR PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA TETAP MEMPUNYAI SEMANGAT UNTUK DI PERJUANGKAN, KITA PERLU MENERIMA KENYATAAN BELUM DITERIMANYA PANCASILA OLEH SEMUA PIHAK. DUNIA JUGA TAMPAK BELUM YAKIN PADA KELANGSUNGAN DAN KEMAJUAN SEBUAH NEGARA BANGSA BERNAMA INDONESIA.

PANCASILA PERLU DISOSIALISASIKAN AGAR DIPAHAMI OLEH DUNIA SEBAGAI LANDASAN FILOSOFIS BANGSA INDONESIA DALAM MEM PERTAHANKAN EKSISTENSI DAN MENGEMBANG KAN DIRINYA MENJADI BANGSA YANG SEJAHTERA DAN MODERN.

SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL, IA HARUS DIPERJUANGKAN UNTUK DITERIMA KEBENARAN NYA MELEWATI BATAS-BATAS NEGARA BANGSA KITA SENDIRI. TENTU BENTUK PERJUANGAN IDEOLOGI PADA WAKTU INI BERBEDA DENGAN ZAMAN BERBENTURANNYA NASIONALISME DENGAN IMPERIALISME, SOSIALISME DENGAN KAPITALISME, DAN ANTARA DEMOKRASI DENGAN TOTALITERIANISME. KEBERHASILAN PANCASILA SEBAGAI SUATU IDEOLOGI AKAN DIUKUR DARI TERWUJUDNYA KEMAJUAN YANG PESAT, KESEJAHTERAAN YANG TINGGI, DAN PERSATUAN YANG MANTAP DARI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

KE DEPAN, BANGSA KITA PERLU BERANI MENJADI SEPERTI BANGSA AMERIKA SERIKAT YANG INGIN MENYEBARKAN IDEOLOGI DEMOKRASI KE SELURUH PENJURU DUNIA. HANYA DENGAN MENCAPAI KONDISI BANGSA YANG MAJU, SEJAHTERA, DAN BERSATU SAJALAH INDONESIA DAPAT MENJADI SALAH SATU RUJUKAN DUNIA. SAAT ITULAH PANCASILA BERPOTENSI UNTUK DITERIMA OLEH BANGSA-BANGSA LAIN DI DUNIA. SAYA BERPENDAPAT, KONDISI ITU ADALAH HAL YANG MUNGKIN TERJADI YANG PERLU DIWUJUDKAN; MENJADI MISSION SACRE KITA SEBAGAI SUATU BANGSA.

TUGAS KAUM TERPELAJARLAH UNTUK MENGARTIKULASIKAN KEINGINAN RAKYAT UNTUK MAJU DENGAN MEWARNAI PANCASILA YANG MEMILIKI RUMUSAN TAJAM DI SEGALA BIDANG UNTUK MENJAWAB TANTANGAN YANG SEDANG DIHADAPI BANGSA DAN NEGARA KITA. KONSEPSI DAN PRAKTIK KEHIDUPAN YANG PANCASILAIS TERUTAMA HARUS DIWUJUDKAN DALAM KESEHARIAN KAUM ELITE, PARA PEMIMPIN, PARA PENGUASA, PARA PENGUSAHA, DAN KAUM TERPELAJAR INDONESIA UNTUK MENJADI PELAJARAN MASYARAKAT LUAS.

HADLIRIN SEGENAP UNDANGAN YANG BERBAHAGIA

DEMIKIAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN , MELALUI PERINGATAN LAHIRNYA PANCASILA YANG DILAKSANAKAN OLEH KELUARGA BESAR MARHAINES INI DAPAT MENUMBUHKAN KEMBALI SEMANGAT KEBANGSAAN KITA, KECINTAAN TERHADAP PANCASILA DAN SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA

DEMIKIAN SAMBUTAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, SEMOGA BERMANFAAT , SEKIAN  TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA.

WASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH.

PONOROGO, 12   JUNI   2007

BUPATI PONOROGO

H.MUHADI SUYONO,SH.M.Si




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.